Detail Cantuman
Text
Rantau Muara
Alif Fikri, sebagai tokoh utama dalam trilogi ini, setelah kenyang menempuh kehidupan pesantren dengan man jadda wa jada dalam ‘Negeri 5 Menara’ dan jatuh bangun selama perkuliahan dengan mantra man shabara zhafira dalam ‘Ranah 3 Warna’ sekarang mejalani antiklimaks berupa penyelesaian dari seluruh perjuangannya, peluh, air mata dan waktu-waktu yang dihabis dengan kerja keras. Berusaha mencari, bukan lagi berupa pencarian jati diri, tapi pencarian tujuan akhir. Kemana dia akan melabuhkan semua ilmu dan pengetahuan yang ia kais sampai ke negeri orang, kemana ia akan melabuhkan hatinya setelah karam, kalah cepat dari sahabatnya. Kemana dia hendak melabuhkan dirinya setelah semua yang ia inginkan berada dalam genggaman. Dengan mantra terakhir yang ia bawa dari pondok madani man saara ala darbi washala, siapa yang berjalan dijalannya akan mencapai tujuan, Alif menetapkan hatinya apabila menemukan persimpangan di jalan yang ditempuhnya mencapai tujuan.
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Fua r
|
| Penerbit | GRAMEDIA : jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
xii, 401 halaman
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-22-947-6
|
| Klasifikasi |
813 Fua r
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan 9
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
Kisah Anak Rantau
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Meilia Kusumadewi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






