"Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya." Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit."
Buku novel yang berjudul Pergi karya Tere Liye ini merupakan sekuel dari novel Pulang. Buku ini dapat dinikmati oleh pembaca remaja maupun dewasa. Sekuel dari Novel “Pulang” ini menceritakan tentang tokoh Bujang yang menjadi penerus Tauke Besar di Keluarga Tong, salah satu keluarga Shadow Economy di dunia. Semenjak dibawa dari Talang, Bujang dibesarkan menjadi laki-laki yang berpendidikan t…
Buku novel Pulang - Pergi ini merupakan karya dari penulis terkenal, yaitu Tere Liye. Buku ini bercerita tentang Bujang yang kembali harus berpetualang setelah pergi dan pulang. Saat Bujang sedang berada di pusara mamak dan bapaknya, Bujang mendapatkan sebuah pesan dari Krestiny Otets, pemimpin brotherhood Bratva.
Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya.” Percayalah pada kalimat bijak itu. Hanya itu yang perlu dilakukan. Sisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya. Maka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu. Percayalah! Ini adalah kisah tentang Jim, dari Kisah Sang Penandai, yang terpilih untuk mengguratkan cerita te…
Akhirnya. Siapa orang tua Ali dijawab di buku ini. Ali, bertahun-tahun berusaha memecahkan misteri itu,. Raib dan Seli tentu tidak akan membiarkan Ali sendiriran, mereka sahabat sejati. Dan jangan lupakan, Batozar alias Master B, dengan segenap kalimat kasar, seolah tidak peduli, dia selalu siap membela. Tapi bagaimana jika misteri itu terhadang tembok kokok SagaraS? Dan mereka harus bertarun…
Bagaimana menjadi petarung terkuat di dunia paralel? Dengan latihan panjang dan pengorbanan. Termasuk kehilangan dan kesedihan. Inilah kisah tentang Bibi Gill, yang sejak kecil berusaha mengalahkan 'monster' dalam hidupnya.
Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut-marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita.
Sebenarnya, apakah itu perasaan? keinginan? rasa memiliki? rasa sakit, gelisah, sesak, idak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan beralunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.